Senin, 28 September 2009

Kesimpulan

Memburuknya kondisi perekonomian dunia dan tidak stabilnya kondisi social politik dalam negeri seperti tenaga kerja, keamanan dan ketidakpastian hukum dan sebagainya, berdampak signifikan terhadap industri PT Fortune Mate Indonesia, hal tersebut diatas menyebabkan management perusahaan memutuskan untuk menghentikan usahanya, pada kondisi itu perusahaan mengalami kerugian yang signifikan.
Dari data yang telah diperoleh dapat diketahui kondisi keuangan pada tahun-tahun awal mengalami kerugian dan tidak cocok untuk diinvestasikan. Dapat dilihat pada table analisis-analisis diatas menujukan pada tahun-tahun awal kondisi keuangan perusahaan tidak sehat, terbukti pada tahun 2004 sampai 2008 mengalami penurunan dikarenakan barang yang diproduksi tidak laku dijual.

Analisis Kondisi Keuangan

• Aspek Likuiditas
Aktiva likuid adalah aktiva yang diperdagangkan pada pasar yang aktif dan oleh karena itu dapat dengan segera dikonversikan menjadi kas pada harga pasar saat ini.
Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan hubungan kas dan aktiva lancar lainnya dengan kewajiban lancar.
-----------------------------LIKUIDITAS--------------------------------------
NoKeterangan31/12/20042005200620072008
1Aspek Likuiditas
current ratio17570,15%295,6%299,53%224,1%190,78%
acid test ratio2754,57%13,45%19,85%11,98%10,35%
account receivable turnover011,9%23,52623,5625,347
fixed assets turnover0,43110,45782,4963,7452,598
assets turnover3,2530,390,8660,600,588


Likuiditas perusahaan, yang diukur menggunakan rasio cepat dan rasio lancar pada tahun 2004, berada pada posisi tertinggi, tetapi pada tahun 2005 terjadi penurunan yang cukup drastis, lalu tahun 2006 terjadi peningkatan sedikit dan pada tahun 2007 - 2008 mengalami penurunan kembali dikarenakan krisis global yang melanda. Tetapi terdapat peningkatan rata-rata periode penagihan perusahaan dari tahun ke tahun.

• Aspek Leverage
Pembiayaan dengan hutang atau leverage keuangan, memiliki 3 implikasi penting
1. Memperoleh dana melalui hutang membuat pemegang saham dapat mempertahankan pengendalian atas perusahaan dengan investasi yang terbatas.
2. Kreditur melihat ekuitas, atau dana yang disetor pemilik, untuk memberikan margin pengaman, sehingga jika pemegang saham hanya memberikan sebagian kecil dari total pembiayaan, maka resiko perusahaan sebagian besar ada pada kreditur.
3. Jika perusahaan memperoleh pengembalian yang lebih besar atas investasi yang dibiayai dengan dana pinjaman dibanding pembayaran bunga, maka pengembalian atas modal pemilik akan lebih besar atau leveraged.
Dengan kata lain leverage keuangan adalah penggunaan pembiayaan dengan hutang.



------------------------------leverage------------------------------------
NoKeterangan31/12/20042005200620072008
2Aspek Leverage
Debt to Equity ratio0,9990,999111
Long Term Debt to Equity Ratio2,40%62,37%36,95%9,09%3,06%
Debt to Total Assets2,43%49,74%43,59%41,57%40,93%


PT.Fortune Mate tidak mendanai perusahaannya dengan utang melainkan menggunakan ekuitasnya. Hal ini dapat dilihat dari rasio hutang yang berada pada posisi hampir selalu 1. Tingkat pendanaan menggunakan ekuitas perusahaan juga mengalami penurunan. Hal ini karena pada tahun 2004 dan 2005 perusahaan tersebut mengalami rugi usaha dan terus mengalami penurunan hingga tahun 2008.

• Aspek Efisiensi
Efisiensi perusahaan dalam mengatur perputaran diperusahaannya dilihat dari rasio perputaran piutang, total aktiva, persediaan dan perputaran aktiva tetap.

-------------------------------EFISIENSI--------------------------------------
NoKeterangan20042005200620072008
3Aspek Efisiensi
Average Collection Period03015,30115,27814,202
Account Receivables Turnover0,0011,9%23,52623,5625,347
Total Asset Turnover0,3600,2080,7950,7020,658
Inventory Turnover2,6040,4011,2490,9310,933


Perputaran total aktiva berada juga mengalami minus ditahun 2005 dan mulai naik kembali pada tahun 2006. Rata-rata periode penagihan piutang pada tahun 2008 berada pada posisi tertinggi, sedangkan pada tahun 2005 tidak terjadi penagihan sama sekali.

• Aspek Profitabilitas
Pada aspek ini dibahas mengenai keadaan perusahaan yang sedang mengalami laba atau rugi. Aspek profitabilitas menjadi salah satu informasi penentu bagi para investor untuk mengetahui kinerja dari perusahaan dan untuk menanamkan modalnya.



-----------------------------profitabilitas-----------------------------------
NoKeterangan31/12/20042005200620072008
4Aspek Profitabilitas
Gross Profit Margin0,00%2,81%30,66%34,16%36,92%
Operating Profit Margin-0,36%-3,23%25,47%29,04%31,87%
Net Profit Margin-1,19-14,84%15,22%18,91%19,54%
Return on Investment-2,94%-0,67%20,26%20,41%21,00%
Return on Equity0,84%-6,16%21,46%22,75%21,80%

Tingkat pengembalian pendanaan usaha atas investasi meningkat pada tahun 2006. Penigkatan ini dipengaruhi oleh margin laba usaha yang juga berada pada posisi tertinggi ditahun 2006. Tingkat pengembalian perusahaan atas ekuitas berada dalam posisi yang stabil dari tahun 2006 - 2008. Ini menandakan bahwa manajemen mampu untuk menjaga tingkat pengembalian tersebut.


• Aspek Dupont
Analisis dupont merupakan pendekatan untuk mengevaluasi profitabilitas dan tingkat pengembangan likuiditas.
NoKeterangan20042005200620072008
5Aspek Dupont
Tingkat pengembalian atas aktiva-0,43158-0,030960,12100,13280,1287
Tingkat pengembalian ekuitas-0,30683-0,04020,178450,24480,30004


Dari table diatas, tingkat pengembalian atas aktiva mulai mengalami peningkatan pada tahun 2006 hingga 2008, nilai puncak tertinggi pada tahun 2007.

Fortune Mate Indonesia Tbk

PT Fortune Mate Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industi gedung dan real estate.
Profil perusahaan Fortune Mate:
• Berdiri 24 Juni 1989
• No. NPWP 01.061.806.4-5.000
• Klasifikasi Alas Kaki
• Status Company Listing
Listing Informasi
Harga Perdana Rp 500
Modal Dasar Rp 440.000.000.000
Modal Disetor Rp 160.000.000.000
Alamat : Kantor Pusat Jln.Raya Darmo No.54-58, Surabaya, Jawa Timur
Telepon/Faks (031)5612817 / (031)5620968
Manajemen
Jabatan Nama Tanggal Menjabat
Komisaris DR. HARIJANTO MM. 29 Juni 2009
Direktur TEGUH YENATAN SE. 30 Juni 2009
Presiden Direktur TJANDRA MINDHARTA GOZALI 31 Juni 2009
KOMITE AUDIT (ANGGOTA) Dra. Liviana, MM. 32 Juni 2009
KOMITE AUDIT (KETUA) Drs. Hengky Kurniadi 33 Juni 2009
Komisaris Independen Drs. Hengky Kurniadi 34 Juni 2009
Direktur Aprianto Soesanto 35 Juni 2009
KOMITE AUDIT (ANGGOTA) ANAYANI, SE. 36 Juni 2009



Pemegang Saham
1. Yuh Fong Industrial Co. Ltd.
2. PT Surya Mega Investindo.




Struktur Permodalan Perseroan per 31 maret 2004 adalah sebagai berikut :

Keterangan Jumlah saham (Ib) Nilai Nominal (Rp) %
Modal dasar 4.400.000.000 440.000.000.000
Modal Ditempatkan 1.600.000.000 160.000.000.000
Modal Disetor :
Yuhfong Industrial Co 889.000.000 88.900.000.000 55,56
PT Surya Mega Investindo 381.000.000 38.100.000.000 23,81
Masyarakat (dibawah 5%) 330.000.000 33.000.000.000 20,63
Jumlah modal disetor 1.600.000.000 160.000.000.000 100,00